EKOMENTAR Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat struktur organisasinya dengan menuntaskan pembentukan sembilan kepengurusan daerah di kabupaten dan kota. Langkah ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal sekaligus memperkuat legitimasi organisasi sebagai konstituen Dewan Pers.
Ketua SMSI Sulut, Voucke Lontaan, menegaskan bahwa penguatan organisasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi penting untuk menjaga eksistensi dan profesionalisme media siber di daerah.
“Penataan organisasi harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke daerah agar peran strategis SMSI tetap terjaga,” demikian arahan Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, yang disampaikan secara virtual dalam rapat pengurus.
Rapat konsolidasi yang digelar di Tomohon itu dipimpin langsung oleh Voucke Lontaan, didampingi Sekretaris Jemmy Inkiriwang dan Bendahara Lucy Goni. Agenda utama adalah memperkuat struktur organisasi tingkat provinsi serta mempercepat pembentukan kepengurusan di seluruh daerah di Sulut.
Menurut Voucke, setelah formatur kepengurusan rampung, SMSI Sulut akan segera melengkapi seluruh administrasi organisasi, termasuk pelaporan resmi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Badan Kesbangpol.
Selain itu, SMSI Sulut juga menargetkan kerja sama formal dengan berbagai kementerian dan lembaga guna memperkuat legitimasi kelembagaan serta meningkatkan kualitas media siber anggota di Sulawesi Utara.
“Selanjutnya, kami akan membentuk kepengurusan SMSI di seluruh kabupaten dan kota di Sulut agar organisasi ini semakin solid dan terstruktur,” ujar Voucke.
Dengan rampungnya sembilan kepengurusan daerah, pelantikan resmi dijadwalkan segera digelar dalam waktu dekat. Momentum ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi SMSI Sulut dalam memperkuat peran media siber sebagai pilar informasi yang kredibel, profesional, dan berintegritas di Sulawesi Utara.(FORA)













