EKOMENTAR Hendra Massie, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Manado, membantah keras tuduhan bahwa dirinya memaki seorang oknum pejabat negara. Bantahan tegas ini disampaikan menanggapi berita yang beredar tentang dugaan insiden tersebut.“Hoaks. Dan tidak benar pernah bertemu. Wartawan itu juga tidak pernah (bertemu), apalagi dengan pejabat yang katanya saya maki. Saya akan ke Polda untuk melaporkan pencemaran nama baik,” tegas Massie saat dihubungi pada Rabu (14/1/2026).
Massie menegaskan bahwa dirinya bahkan tidak pernah bertemu muka dengan pejabat yang dimaksud. Ia juga telah melaporkan kejadian ini ke dewan redaksi media yang memberitakannya, serta meminta klarifikasi dari wartawan terkait.Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dr. Femmy Suluh, mengkonfirmasi bahwa ia telah mengetahui informasi tersebut.
“Hubungi Kepsek-nya. Semalam dia (Kepsek) sudah memberikan klarifikasi, katanya hoax,” ujarnya singkat lewat pesan WhatsApp.Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, dugaan insiden melibatkan seorang oknum kepala sekolah yang menghina Panitera Pengadilan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Provinsi Sulawesi Utara dengan kata-kata kasar berdialek Manado.
Pejabat tersebut dikabarkan sedang mengantarkan panggilan sidang terkait penggunaan uang negara di Kantor Pengadilan KIP Jalan Teling, Manado.Sumber yang mengantarkan surat panggilan sidang menyebutkan bahwa kepala sekolah tidak berada di sekolah saat itu.
Setelah mendengar kata-kata kasar, sumber tersebut langsung meninggalkan surat panggilan yang menjadi catatan registrasi bagi kedua belah pihak. Waktu kejadian belum dijelaskan secara pasti.Hingga kini, pihak berwajib belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana laporan pencemaran nama baik dari Hendra Massie.(FORA)













