EKOMENTAR.COM Kunjungan lapangan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) ke Pulau Tagulandang pada Rabu, 19 November 2025 menjadi titik balik penting dalam penelusuran penanganan pasca-erupsi Gunung Ruang. Tim kejaksaan turun langsung ke rumah-rumah warga terdampak, melihat kerusakan yang belum tertangani, dan mendengarkan keluhan masyarakat tanpa perantara.
Langkah ini diapresiasi oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kibar Nusantara Merdeka, yang sejak awal aktif mengawal isu penanganan bencana di Tagulandang.
Kejaksaan Telah Melihat Sendiri, Fakta di Lapangan Tidak Bisa Lagi Ditutup-tutupi
Sekjen Kibar Nusantara Merdeka, Yohanes Missah, menegaskan bahwa kehadiran Kejati Sulut secara langsung di Tagulandang adalah momentum penting yang membuka banyak fakta yang selama ini tidak sepenuhnya muncul di permukaan.
Kami sangat menghargai langkah Kejati Sulut. Dengan melihat langsung kondisi rumah-rumah warga, mereka kini mengetahui bahwa laporan-laporan masyarakat itu benar adanya. Bantuan yang belum sampai, hunian sementara yang tidak layak, dan ketidakselarasan data penerima bantuan adalah fakta yang tidak bisa lagi ditutupi.” ujar Yohanes Missah.
Ia melanjutkan bahwa kunjungan ini harus menjadi pintu masuk untuk penelusuran yang lebih serius terhadap pengelolaan bantuan dan anggaran penanganan bencana.
Kami mendorong Kejati Sulut untuk menindaklanjuti temuan lapangan ini secara tegas. Jika ada penyimpangan, siapa pun yang terlibat harus diperiksa. Rakyat Tagulandang sudah terlalu lama menunggu keadilan, tambahnya.
Evaluasi Menyeluruh yang Ditunggu Publik
Kunjungan ini memberikan peluang bagi aparat penegak hukum untuk menguji kembali:
– kesesuaian data penerima bantuan dengan kondisi nyata,
– penyaluran logistik dan anggaran bantuan,
– adanya potensi maladministrasi atau penyalahgunaan kewenangan,
– serta efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Dengan melihat langsung kondisi masyarakat, pihak Kejati kini memiliki dasar kuat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut bila ditemukan indikasi penyimpangan.
Harapan Baru bagi Warga Tagulandang
Menurut Yohanes Missah, langkah Kejati Sulut telah memberikan kembali harapan bagi masyarakat yang selama ini merasa kurang didengar.
Ini pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir warga bisa menyampaikan keluhan mereka langsung kepada penegak hukum. Suara rakyat tidak lagi tersaring. Kami berharap proses ini berlanjut sampai ada kepastian hukum dan keadilan bagi semua korban erupsi Gunung Ruang, tegasnya.
Kunjungan Kejati Sulut bukan sekadar inspeksi, tetapi langkah awal dalam pemulihan keadilan dan transparansi. Dengan adanya temuan lapangan dan suara masyarakat yang kini terdengar jelas, publik menantikan tindak lanjut yang profesional, cepat, dan tidak pandang bulu.Kibar Nusantara Merdeka menyatakan siap mengawal proses ini sampai tuntas.(FORA)













