EKOMENTAR Kota Manado menjadi tuan rumah pelaksanaan Paskah Nasional 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2026. Kegiatan berskala nasional ini dipusatkan di kawasan Pohon Kasih Megamas dan diperkirakan dihadiri puluhan ribu jemaat dari seluruh Indonesia.
Rangkaian acara diawali pada Selasa, 7 April 2026, dengan kedatangan peserta yang diperkirakan mencapai 45 hingga 70 ribu orang. Selain itu, sekitar 600 pejabat tinggi negara juga dijadwalkan hadir. Pada hari pertama, panitia menggelar registrasi, gladi resik, serta koordinasi pengamanan yang dipimpin oleh Kapolda Sulawesi Utara.
Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, melalui Ibadah Raya Paskah Nasional yang digelar di ruang terbuka Pohon Kasih Megamas. Ibadah ini akan dibuka oleh Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, dan direncanakan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar serta sejumlah menteri Kabinet.
Ibadah raya tersebut melibatkan pemimpin gereja lintas denominasi, di antaranya dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), serta Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Paduan suara gabungan dari berbagai gereja juga akan turut memeriahkan suasana ibadah. Untuk mendukung kenyamanan jemaat, panitia menyiapkan delapan videotron agar seluruh peserta dapat mengikuti jalannya acara dengan baik.
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan Pagelaran Kebangsaan dan Budaya yang menampilkan drama kolosal tentang kebangkitan Kristus. Selain itu, pertunjukan seni dari tiga etnis besar di Sulawesi Utara, yakni Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mongondow, akan turut ditampilkan, termasuk musik tradisional bambu dan kolintang.
Sejumlah artis rohani seperti Maria Sandi dan Jeshua Abraham dijadwalkan tampil, dengan acara dipandu oleh pembawa acara nasional, Coky Sitohang.
Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan Festival Anak bertajuk “Little Hand’s – Big Joy” yang berisi berbagai kegiatan edukatif, seperti lomba menghias telur Paskah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangkitan kepada anak-anak.
Rangkaian kegiatan akan ditutup pada Kamis, 9 April 2026, melalui ibadah syukur, ramah tamah, serta kepulangan para peserta.
Panitia menyebutkan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai 95 persen sejak Maret 2026. Lokasi Megamas dipilih karena memiliki kapasitas besar, termasuk area parkir yang didukung alternatif lokasi seperti Manado Town Square (Mantos), Marina Plaza, dan ruas Jalan Sam Ratulangi.
Mengusung tema toleransi dan persatuan, Paskah Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat citra Sulawesi Utara sebagai “laboratorium kerukunan” di Indonesia, bahkan dunia. Panitia juga mengungkapkan adanya ketertarikan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk berkolaborasi dalam menyuarakan pesan perdamaian global melalui kegiatan ini.(FORA)













