EKOMENTAR Situasi mencekam menyelimuti Kota Manado setelah Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, S.I.K., M.H., nyaris tewas saat patroli pencegahan tawuran di wilayah Singkil, kawasan rawan bentrok antar kelompok.
Insiden terjadi ketika mobil dinas yang ditumpangi AKP Elwin dan Kasat Intel AKP Andri Permadi, S.I.K., ditabrak sepeda motor diduga milik pelaku tawuran. Belum sempat bereaksi, keduanya bahkan hampir menjadi sasaran panah wayer—senjata mematikan yang sering digunakan dalam aksi kekerasan jalanan.
Dari pemeriksaan polisi, ditemukan panah wayer, busur, dan senjata tajam di tangan para tersangka. Kejar-kejaran sengit pun tak terhindarkan, hingga tiga pelaku akhirnya berhasil diamankan dan digelandang ke Polresta Manado.
“Penegakan hukum akan terus digencarkan. Kami tidak beri ruang bagi aksi brutal yang mengancam keselamatan masyarakat dan petugas,” tegas AKP Elwin Kristanto.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa rawannya situasi di Singkil, di mana tawuran antar kelompok kerap mewarnai malam hari (FORA)













