EKOMENTAR Dr. Merson Simbolon, Sekretaris PWI Sulawesi Utara, telah mengukir sejarah membanggakan bagi dunia pers daerah dengan menerima Press Card Number One (PCNO) pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Senin (9/2/2026). Penghargaan prestisius dari PWI Pusat ini menempatkannya dalam jajaran elit 13 wartawan senior terbaik Indonesia yang diakui memiliki rekam jejak panjang, kompetensi paripurna, dan integritas tanpa cela.
Press Card Number One bukan sekadar kartu identitas, melainkan penghargaan seumur hidup (lifetime achievement award) bagi dedikasi puluhan tahun dalam membela kemerdekaan pers, mengembangkan jurnalistik, dan memperkuat demokrasi. “Seleksi tahun ini sangat ketat. Tidak semua wartawan senior otomatis mendapatkannya. Harus memenuhi standar tinggi PWI Pusat,” ujar Merson Simbolon usai menerima sertifikat.
Syarat utama penerima PCNO antara lain aktif berkarya minimal 25 tahun, konsisten menghasilkan karya jurnalistik bermutu dalam berbagai bentuk—dari berita hingga analisis mendalam—serta diakui secara nasional bahkan internasional. Penerima juga harus tercatat sebagai pelopor dalam pengembangan genre jurnalistik tertentu, seperti investigasi, presisi, atau jurnalisme berbasis teknologi.
Selain sebagai praktisi yang telah malang melintang sejak tahun 2000, Merson Simbolon juga aktif sebagai asesor kompetensi wartawan dan dikenal sebagai akademisi produktif. Ia menempuh pendidikan tinggi di Lemhannas RI pada 2020 dan menyelesaikan doktoral dengan disertasi berbasis artificial intelligence yang telah dipatenkan dan terpublikasi di jurnal internasional bereputasi Scopus.
“Seorang wartawan sejatinya tidak bekerja demi penghargaan. Tetapi ketika profesi ini dihargai, itu menjadi pengingat bahwa jalan panjang yang ditempuh tidak sia-sia,” ungkapnya dengan penuh refleksi. Momen menerima undangan resmi dari Panitia Pusat HPN 2026 disebutnya sebagai pengalaman emosional yang mendalam.
Ketua PWI Sulawesi Utara, Drs. Voucke Lontaan, menyatakan kebanggaan kolektif atas pencapaian ini. “Ini sejarah besar bagi insan pers Sulut. PCNO sangat sulit diraih, dan ini membuktikan bahwa wartawan Sulut mampu berdiri sejajar di tingkat nasional,” tegas Voucke didampingi jajaran pengurus PWI Sulut.
Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh wartawan di daerah untuk terus meningkatkan kompetensi dan integritas. Merson Simbolon menegaskan bahwa PCNO bukanlah akhir perjalanan, melainkan pemicu semangat untuk terus berkontribusi memajukan jurnalistik Indonesia yang bertanggung jawab dan berkualitas.
Dengan diraihnya penghargaan tertinggi ini, nama Sulawesi Utara semakin harum di peta pers nasional, membuktikan bahwa dedikasi, kompetensi, dan integritas tinggi mampu mengantarkan insan pers daerah meraih pengakuan tertinggi di tingkat negara. (FORA)













